Proses pengiriman yang cepat tanpa membedakan ruang dan waktu, kapan dan dimanapun kita berada bisa dengan cepat mengirim pesan melalui e-mail. E-mail dapat membantu dalam banyak hal. Namun penggunaan e-mail yang tidak tepat tanpa etiket yang benar dapat berakibat fatal dalam beberapa kasus. Berikut beberapa kriteria dalam mengirim email yang baik :
• Jangan gunakan e-mail untuk hal-hal yang bersifat sangat pribadi atau subyektif karena kemungkinan kesalah-pahaman dapat sangat terjadi.
• Sebelum mengirimkan suatu pesan e-mail, pertimbangkanlah apakah pesan tersebut layak/pantas diterima si penerima. Isi e-mail tertentu dapat membuat si penerima salah paham dan menimbulkanrasa marah. Bila anda menerima e-mail seperti itu, segeralah jawab kepada si pengirim untuk tidak mengirimkannya e-mail sejenis itu lagi.
• Abaikan segala jenis e-mail yang bersifat "surat berantai" atau HOAX (ancaman yang tidak benar mengenai virus komputer). Hal ini hanya akan membuang waktu dan menurunkan produktifitas kerja anda.
• E-mail dapat digunakan sebagai salah satu variasi dalam memberikan motivasi kerja ke rekan lain berupa pujian, ucapan terima-kasih dsb.
• Segeralah jawab e-mail yang membutuhkan jawaban anda. Bila anda belum mempunyai jawabannya, kirimkanlah pesan bahwa anda akan menjawabnya pada waktu atau tanggal tertentu.
• Sediakan waktu khusus (misalnya setiap pagi, siang dan sore @ 1/2 jam) untuk memeriksa e-mail anda agar produktifitas kerja anda terjaga.
• Dari segi Content
• Pastikan judulnya relevan dengan isi email. Jika reply atau forward email pastikan hanya sekali re atau Forward, jangan Re Re Re dan seterusnya
• Sapa tujuan email, missal `Hallo Bapak Iwan, Mengenai ……`
• Mengenai isi email, usahakan email sependek mungkin. Jika mereply, delete informasi-informasi yang berulang-ulang misalnya signature yang berulang-ulang maupun pesan yang sudah tidak relevan lagi. Jika menyertakan file attachment, pastikan ukurannya terkecil yang bisa dilakukan. Jika file JPEG, pastikan ukurannya sudah diperkecil.
• Ukuran file
Jika anda menyertakan attachment, buatlah attachment sekecil mungkin. Attachment di bawah 5MB masih diterima secara umum. Di atas 5 MB, pastikan penerima email anda memiliki koneksi internet yang cepat.
Sumber :
http://marcelimanuel.blog.friendster.com/2008/08/kode-etik-e-mail/
http://ycplace.blogspot.com/2010/03/kode-etik-menggunakan-email.html
Kamis, 25 Maret 2010
Kode Etik menggunakan Email
07.04
|
desti_blog
Label: Tugas etika dan profesionalisme TSI
Permalink 0
Read more>>
Label: Tugas etika dan profesionalisme TSI
Permalink 0
Read more>>
Kode Etik menggunakan Chat
Chatting adalah suatu bentuk komunikasi langsung sesama pemakai Internet yang sedang online (yang sedang sama-sama menggunakan Internet). Komunikasi bisa berupa teks (text chat) atau suara (voice chat). Berikut beberapa kode etik dalam chatting agar dapat berkomunikasi dengan baik dan nyaman.
• Harap bersikap sopan dan profesional. Perilaku yang tidak pantas atau pelecehan seperti berbicara atau mengucapkan kata – kata kotor yang dapat menyinggung lawan chatting.
• Tidak Vulgar bahasa. Vulgar atau bahasa yang kasar, bertopeng dengan simbol, karakter atau sebaliknya, tidak akan ditoleransi dan chatting akan segera diakhiri oleh lawan chatting.
• Tidak rasis komentar, komentar berorientasi seksual, atau penganiayaan agama akan ditoleransi; komentar tersebut akan memicu penghentian chatting.
• Tindakan yang tampaknya khusus dirancang untuk menguji batas-batas apa yang tidak menyinggung dan melayani tanpa tujuan yang lain tidak akan ditoleransi dan chatting tersebut akan segera dihentikan.
Sumber
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.doctohelp.com/SuperPages/ChatCodeofConduct/
• Harap bersikap sopan dan profesional. Perilaku yang tidak pantas atau pelecehan seperti berbicara atau mengucapkan kata – kata kotor yang dapat menyinggung lawan chatting.
• Tidak Vulgar bahasa. Vulgar atau bahasa yang kasar, bertopeng dengan simbol, karakter atau sebaliknya, tidak akan ditoleransi dan chatting akan segera diakhiri oleh lawan chatting.
• Tidak rasis komentar, komentar berorientasi seksual, atau penganiayaan agama akan ditoleransi; komentar tersebut akan memicu penghentian chatting.
• Tindakan yang tampaknya khusus dirancang untuk menguji batas-batas apa yang tidak menyinggung dan melayani tanpa tujuan yang lain tidak akan ditoleransi dan chatting tersebut akan segera dihentikan.
Sumber
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.doctohelp.com/SuperPages/ChatCodeofConduct/
07.01
|
desti_blog
Label: Tugas etika dan profesionalisme TSI
Permalink 0
Read more>>
Label: Tugas etika dan profesionalisme TSI
Permalink 0
Read more>>
Kode Etik Menggunakan Handphone
Zaman Sekarang ini, ponsel sudah bukan lagi merupakan benda sekunder, tetapi sudah menjadi bagian keseharian bagi masyarakat. Fungsi ponsel pun menjadi sangat beragam, mulai dari alat komunikasi, sumber informasi, sampai kepada pusat hiburan. Ada orang yang menggunakan ponsel untuk keperluan yang benar-benar penting, seperti bisnis dan ada juga yang hanya sekedar untuk meningkatkan prestise tanpa mengerti kemampuan penuh ponselnya.
Tapi, bagaimana dengan penggunaannya? Memang, dengan kecanggihan yang ditawarkan, ponsel juga terlihat sangat mudah digunakan. Tapi, apakah “etika” penggunaannya sudah benar? Walaupun, penggunaan ponsel lebih mengarah kepada privasi, tetapi janganlah sampai privasi tersebut mengganggu hak-hak yang juga dimiliki oleh orang lain. Berikut ini beberapa etika yang baik dalam menggunakan handphone :
• Gunakanlah handphone pada waktu yang tepat
Jika berbicara dengan menggunakan handphone bisa mengganggu orang lain misalnya dalam tempat ibadat, gedung bioskop, ruang kelas, gedung konser, dan lainnya maka hindari menggunakan handphone di tempat seperti itu. Anda juga bisa mengatur mode senyap pada handphone Anda sehingga tidak mengganggu orang lain. Bahkan jika perlu, matikan saja phandphone Anda.
• Tidak perlu berbicara dengan suara keras di handphone
Hindari berbicara dengan handphone dengan suara terlalu keras, khususnya jika Anda berada di tempat umum (public area). Hal ini akan menarik perhatian orang-orang pada diri Anda dan bisa menimbulkan gangguan bagi beberapa orang. Selain itu, mikropon dalam handphone mampu menangkap suara yang lembut sekalipun, sehingga tidaklah perlu berteriak atau bersuara keras saat menggunakan handphone anda.
• Jangan lakukan pembicaraan yang terlalu pribadi di handphone
Jangan membicarakan hal pribadi dengan menggunakan handphone di tempat yang ada orang lain, misalnya saat berada di ruang rapat, ruang kerja yang digunakan bersama-sama, atau bahkan di tempat umum seperti di dalam bus, kereta api, halte, dan lainnya. Jika Anda harus segera menyelesaikan pembicaraan tersebut, bicaralah secara singkat dan telepon kembali segera setelah anda keluar ruangan lalu lanjutkan pembicaraan pribadi tersebut.
• Berbahaya jika menerima telepon atau menerima sms sambil mengemudi
Jangan menggunakan handphone untuk berbicara saat mengemudikan kendaraan apalagi mengetik dan mengirim SMS. Hal ini sangat berbahaya. Karena saat Anda berbicara melalui handphone, Anda sama lengahnya dengan seorang pemabuk. Apalagi jika Anda mengetik SMS, maka tingkat kewaspadaan Anda akan jauh berkurang. Prinsipnya adalah fokus mengendarai kendaraan Anda saat sedang berkendara lalu fokus menelpon saat tidak mengemudi.
• Kapan saat mematikan handphone
Matikan handphone Anda saat sedang melakukan wawancara kerja, presentasi, pertemuan dengan direksi, dan beberapa tempat lainnya yang menuntut suasana senyap dan hening. Penggunaan handphone di pesawat terbang juga dilarang untuk menghindari gangguan perangkat navigasi pesawat. Gunakan pengamatan Anda, apakah Anda berada di situasi yang menuntut untuk mematikan handphoneAnda.
• Lebih baik mana, Telepon atau SMS??
Jika Anda berada dalam keadaan darurat atau keadaan yang membutuhkan respon cepat, hindari menggunakan SMS untuk menghubungi orang lain. Teleponlah sesegera mungkin, karena pembicaraan melalui telepon lebih efektif ketimbang mengirim pesan teks.
• Tidak menerima gambar tidak senonoh
Jika menerima gambar yang tidak senonoh dari orang lain dalam ponsel Anda, jangan meneruskan dan menyebarkan gambar tersebut kepada rekan-rekan Anda yang lainnya.
Telepon seluler atau handphone telah menjadi perangkat telekomunikasi yang sangat membantu. Namun jangan gunakan ponsel Anda dengan sembarangan yang menyebabkan kecelakaan ataupun gangguan bagi orang lain. Gunakan ponsel Anda secara tepat dan dengan etika yang baik.
Sumber
http://kumpulan.info/tech/tips-teknologi/57-tips/253-etika-menggunakan-telepon-seluler.html
http://tulisan-bebas.com/2009/09/29/kode-etik-menggunakan-handphone/
Tapi, bagaimana dengan penggunaannya? Memang, dengan kecanggihan yang ditawarkan, ponsel juga terlihat sangat mudah digunakan. Tapi, apakah “etika” penggunaannya sudah benar? Walaupun, penggunaan ponsel lebih mengarah kepada privasi, tetapi janganlah sampai privasi tersebut mengganggu hak-hak yang juga dimiliki oleh orang lain. Berikut ini beberapa etika yang baik dalam menggunakan handphone :
• Gunakanlah handphone pada waktu yang tepat
Jika berbicara dengan menggunakan handphone bisa mengganggu orang lain misalnya dalam tempat ibadat, gedung bioskop, ruang kelas, gedung konser, dan lainnya maka hindari menggunakan handphone di tempat seperti itu. Anda juga bisa mengatur mode senyap pada handphone Anda sehingga tidak mengganggu orang lain. Bahkan jika perlu, matikan saja phandphone Anda.
• Tidak perlu berbicara dengan suara keras di handphone
Hindari berbicara dengan handphone dengan suara terlalu keras, khususnya jika Anda berada di tempat umum (public area). Hal ini akan menarik perhatian orang-orang pada diri Anda dan bisa menimbulkan gangguan bagi beberapa orang. Selain itu, mikropon dalam handphone mampu menangkap suara yang lembut sekalipun, sehingga tidaklah perlu berteriak atau bersuara keras saat menggunakan handphone anda.
• Jangan lakukan pembicaraan yang terlalu pribadi di handphone
Jangan membicarakan hal pribadi dengan menggunakan handphone di tempat yang ada orang lain, misalnya saat berada di ruang rapat, ruang kerja yang digunakan bersama-sama, atau bahkan di tempat umum seperti di dalam bus, kereta api, halte, dan lainnya. Jika Anda harus segera menyelesaikan pembicaraan tersebut, bicaralah secara singkat dan telepon kembali segera setelah anda keluar ruangan lalu lanjutkan pembicaraan pribadi tersebut.
• Berbahaya jika menerima telepon atau menerima sms sambil mengemudi
Jangan menggunakan handphone untuk berbicara saat mengemudikan kendaraan apalagi mengetik dan mengirim SMS. Hal ini sangat berbahaya. Karena saat Anda berbicara melalui handphone, Anda sama lengahnya dengan seorang pemabuk. Apalagi jika Anda mengetik SMS, maka tingkat kewaspadaan Anda akan jauh berkurang. Prinsipnya adalah fokus mengendarai kendaraan Anda saat sedang berkendara lalu fokus menelpon saat tidak mengemudi.
• Kapan saat mematikan handphone
Matikan handphone Anda saat sedang melakukan wawancara kerja, presentasi, pertemuan dengan direksi, dan beberapa tempat lainnya yang menuntut suasana senyap dan hening. Penggunaan handphone di pesawat terbang juga dilarang untuk menghindari gangguan perangkat navigasi pesawat. Gunakan pengamatan Anda, apakah Anda berada di situasi yang menuntut untuk mematikan handphoneAnda.
• Lebih baik mana, Telepon atau SMS??
Jika Anda berada dalam keadaan darurat atau keadaan yang membutuhkan respon cepat, hindari menggunakan SMS untuk menghubungi orang lain. Teleponlah sesegera mungkin, karena pembicaraan melalui telepon lebih efektif ketimbang mengirim pesan teks.
• Tidak menerima gambar tidak senonoh
Jika menerima gambar yang tidak senonoh dari orang lain dalam ponsel Anda, jangan meneruskan dan menyebarkan gambar tersebut kepada rekan-rekan Anda yang lainnya.
Telepon seluler atau handphone telah menjadi perangkat telekomunikasi yang sangat membantu. Namun jangan gunakan ponsel Anda dengan sembarangan yang menyebabkan kecelakaan ataupun gangguan bagi orang lain. Gunakan ponsel Anda secara tepat dan dengan etika yang baik.
Sumber
http://kumpulan.info/tech/tips-teknologi/57-tips/253-etika-menggunakan-telepon-seluler.html
http://tulisan-bebas.com/2009/09/29/kode-etik-menggunakan-handphone/
06.55
|
desti_blog
Label: Tugas etika dan profesionalisme TSI
Permalink 0
Read more>>
Label: Tugas etika dan profesionalisme TSI
Permalink 0
Read more>>
Jumat, 19 Februari 2010
Pilih Sahabat atau Pacar...
Sahabat dan pacar merupakan dua hal yang gak bisa dipisahkan, keduanya penting karena bisa saling mengisi. Sahabat dan pacar punya arti masing-masing.
Kebanyakan orang mengartikan sahabat adalah seseorang yang ada di saat suka maupun duka. Sedangkan pacar adalah seseorang yang kita sayang dan kita kagumi.
Bagi mereka yang tidak punya pacar alias Jomblo.. sudah jelas pasti memilih sahabat. Namun cukup sulit untuk memilih jika mereka yang memilki sahabat sekaligus pacar.
Dari beberapa teman yang saya tanyakan jika harus memilih Sahabat atau pacar. Kebanyakan teman – teman saya memilih Sahabat, mereka punya pendapat tersendiri kenapa memilih sahabat. Namun ada juga yang memilih pacar itu paling penting.
Jika saya simpulkan kenapa kebanyak memilih sahabat karena sahabat itu teman sejati yang sampai kapanpun tetap menjadi sahabat tidak ada bekas sahabat. Tanpa Meminta dan diminta sahabat akan menerima kita apa adanya dan selalu ada di saat kondisi apapun.
Sebenarnya apapun itu Sahabat atau Pacar tetaplah jadikan keduanya itu yang berharga setelah keluarga. Alangkah baiknya dengan siapapun kita tetap saling menghargai dan menjaga hubungan baik.
Tebarkan kasih sayang kita kepada semua orang ^^
I Luph U aLL...
Kebanyakan orang mengartikan sahabat adalah seseorang yang ada di saat suka maupun duka. Sedangkan pacar adalah seseorang yang kita sayang dan kita kagumi.
Bagi mereka yang tidak punya pacar alias Jomblo.. sudah jelas pasti memilih sahabat. Namun cukup sulit untuk memilih jika mereka yang memilki sahabat sekaligus pacar.
Dari beberapa teman yang saya tanyakan jika harus memilih Sahabat atau pacar. Kebanyakan teman – teman saya memilih Sahabat, mereka punya pendapat tersendiri kenapa memilih sahabat. Namun ada juga yang memilih pacar itu paling penting.
Jika saya simpulkan kenapa kebanyak memilih sahabat karena sahabat itu teman sejati yang sampai kapanpun tetap menjadi sahabat tidak ada bekas sahabat. Tanpa Meminta dan diminta sahabat akan menerima kita apa adanya dan selalu ada di saat kondisi apapun.
Sebenarnya apapun itu Sahabat atau Pacar tetaplah jadikan keduanya itu yang berharga setelah keluarga. Alangkah baiknya dengan siapapun kita tetap saling menghargai dan menjaga hubungan baik.
Tebarkan kasih sayang kita kepada semua orang ^^
I Luph U aLL...
02.56
|
desti_blog
Label: Tulisan
Permalink 0
Read more>>
Label: Tulisan
Permalink 0
Read more>>
Kamis, 18 Februari 2010
Cara Agar Tidak Menjadi Orang yang Pemalu
Sifat pemalu adalah karakter seseorang dengan sifat malu atau rasa malu yang berlebihan atau sering disebut minder (Tidak percaya diri). Sifat malu menunjukkan bahwa kita adalah manusia yang bermoral. Memiliki sifat malu itu baik jika hal yang kita lakukan itu membawa manfaat dan tidak baik jika yang kita lakukan itu dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Karakter seseorang yang sering dimarahi
Seseorang yang sering dimarahi merupakan salah satu penyebab timbulnya memiliki sifat pemalu. Seorang anak yang sering dimarahi orang tuanya diusia yang masih kecil akan membuat karakter kurang percaya diri (minder) diusia remajanya nanti. Mereka tidak biasa didunia luar sehingga kadang sulit menyelesaikan masalah yang menimpanya.
Ciri – ciri seseorang yang memiliki sifat pemalu :
• Mengalami kesulitan dalam berkomunikasi
• Takut untuk dikritik
• Selalu berusaha ingin menyendiri
• Memiliki khawatir yang berlebih
Hal-hal yang bisa dilakukan teman-teman untuk membantu menghilangkan sifat malu :
Kuatkan niat untuk tidak menjadi seorang yang pemalu lagi.
Berhenti memikirkan kekurangan-kekuranganmu. Terimalah diri kita apa adanya dan tetap berusaha melakukan sesuatu dengan tulus dan ikhlas.
Memperluas pergaulan. Cobalah untuk membuka diri terhadap orang sekitar kita.
Mulailah belajar bertanya kepada orang baru.
Jangan takut untuk mencoba hal yang baru.
Tetap semangat ^^
Pada awalnya mungkin cukup sulit untuk dilakukan dan membutuhkan waktu yang lama. Tapi kita harus yakin bahwa kita bisa.
Dicoba yaaaaaa.......
Semangat!!!! Semangat!!!!! Semangat!!!!!!!!!!!!!!
Karakter seseorang yang sering dimarahi
Seseorang yang sering dimarahi merupakan salah satu penyebab timbulnya memiliki sifat pemalu. Seorang anak yang sering dimarahi orang tuanya diusia yang masih kecil akan membuat karakter kurang percaya diri (minder) diusia remajanya nanti. Mereka tidak biasa didunia luar sehingga kadang sulit menyelesaikan masalah yang menimpanya.
Ciri – ciri seseorang yang memiliki sifat pemalu :
• Mengalami kesulitan dalam berkomunikasi
• Takut untuk dikritik
• Selalu berusaha ingin menyendiri
• Memiliki khawatir yang berlebih
Hal-hal yang bisa dilakukan teman-teman untuk membantu menghilangkan sifat malu :
Kuatkan niat untuk tidak menjadi seorang yang pemalu lagi.
Berhenti memikirkan kekurangan-kekuranganmu. Terimalah diri kita apa adanya dan tetap berusaha melakukan sesuatu dengan tulus dan ikhlas.
Memperluas pergaulan. Cobalah untuk membuka diri terhadap orang sekitar kita.
Mulailah belajar bertanya kepada orang baru.
Jangan takut untuk mencoba hal yang baru.
Tetap semangat ^^
Pada awalnya mungkin cukup sulit untuk dilakukan dan membutuhkan waktu yang lama. Tapi kita harus yakin bahwa kita bisa.
Dicoba yaaaaaa.......
Semangat!!!! Semangat!!!!! Semangat!!!!!!!!!!!!!!
21.51
|
desti_blog
Label: Tulisan
Permalink 0
Read more>>
Label: Tulisan
Permalink 0
Read more>>
Etika dan Profesionalisme dalam Teknologi Informasi
Pengertian Etika
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahamai oleh pikiran manusia.
Tujuan Mempelajari Etika
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi pelanggaran Etika
• Kebutuhan Individu
Mis : Korupsi karena alasan ekonomi.
• Tidak ada pedoman
• Perilaku dan kebiasaan individu
• Pengaruh lingkungan
Sanksi pelanggaran Etika
1. Sanksi Sosial
Skala relative kecil dan dapat dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
2. Sanksi Hukum
Skala cukup besar, yang dapat merugikan pihak lain. Hukum pidana menempati hokum
prioritas utama, diikuti oleh hukum perdata.
Profesionalisme
Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri – cirri profesionalisme :
1. Punya keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tertentu.
2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah.
3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang bertentangan dihadapannya.
4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi.
Etika dalam system Informasi
Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.
1. Privasi
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya. Contoh Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi).
2. Akurasi
Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan.
3. Properti
Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
4. Akses
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan.
Dunia TI bisa dikatakan baru sehingga cukup sulit untuk menegakkan etika di bidang tersebut, bidang TI adalah profesi baru. Tidak seperti dunia kedokteran yang usianya sudah ratusan abad. Walaupun ada juga yang melanggar, dalam dunia kedokteran, etika profesi sangat dijunjung tinggi. Hal ini jauh berbeda dengan dunia TI, di mana orang sangat mudah melanggar etika. Orang masih meraba-raba batasan antara inovasi, kreatifitas, dan pelanggaran etika.
Sumber :
http://sitizulaiha.wordpress.com/2008/04/17/etika-profesi-di-bidang-ti/
http://erin29.ngeblogs.com/2009/11/07/etika-dan-profesionalism/
http://mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11837/W01-Pengertian+Etika.pdf.
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahamai oleh pikiran manusia.
Tujuan Mempelajari Etika
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi pelanggaran Etika
• Kebutuhan Individu
Mis : Korupsi karena alasan ekonomi.
• Tidak ada pedoman
• Perilaku dan kebiasaan individu
• Pengaruh lingkungan
Sanksi pelanggaran Etika
1. Sanksi Sosial
Skala relative kecil dan dapat dipahami sebagai kesalahan yang dapat “dimaafkan”.
2. Sanksi Hukum
Skala cukup besar, yang dapat merugikan pihak lain. Hukum pidana menempati hokum
prioritas utama, diikuti oleh hukum perdata.
Profesionalisme
Biasanya dipahami sebagai suatu kualitas yang wajib dipunyai oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri – cirri profesionalisme :
1. Punya keterampilan yang tinggi dalam suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tertentu.
2. Punya ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah.
3. Punya sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang bertentangan dihadapannya.
4. Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi.
Etika dalam system Informasi
Masalah etika juga mendapat perhatian dalam pengembangan dan pemakaian sistem informasi. Masalah ini diidentifikasi oleh Richard Mason pada tahun 1986 (Zwass, 1998) yang mencakup privasi, akurasi, property, dan akses.
1. Privasi
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya. Contoh Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi).
2. Akurasi
Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan.
3. Properti
Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
4. Akses
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan.
Dunia TI bisa dikatakan baru sehingga cukup sulit untuk menegakkan etika di bidang tersebut, bidang TI adalah profesi baru. Tidak seperti dunia kedokteran yang usianya sudah ratusan abad. Walaupun ada juga yang melanggar, dalam dunia kedokteran, etika profesi sangat dijunjung tinggi. Hal ini jauh berbeda dengan dunia TI, di mana orang sangat mudah melanggar etika. Orang masih meraba-raba batasan antara inovasi, kreatifitas, dan pelanggaran etika.
Sumber :
http://sitizulaiha.wordpress.com/2008/04/17/etika-profesi-di-bidang-ti/
http://erin29.ngeblogs.com/2009/11/07/etika-dan-profesionalism/
http://mkusuma.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11837/W01-Pengertian+Etika.pdf.
21.36
|
desti_blog
Label: Tugas etika dan profesionalisme TSI
Permalink 0
Read more>>
Label: Tugas etika dan profesionalisme TSI
Permalink 0
Read more>>
Selasa, 05 Januari 2010
Pendapat Mengenai Softskill
Dengan adanya Mata kuliah softskill khususnya telematika menurut saya baik. Mata kuliah softskill ini sifatnya umum. Mahasiswa tidak hanya di ajarkan mata kuliah yang hanya sesuai dengan jurusannya saja namun mahasiswa bisa mendapat ilmu yang sifatnya lebih umum.
Sebenarnya seorang mahasiswa tidak hanya membutuhkan ilmu yanh sifatnya akademik namun mahasiswa juga perlu memdapatkan pembelajaran mengenai moral, etika, perilaku yang baik untuk kedepannya. Oleh karena itu diadakan mata kuliah softskill bagi mahasiswa.
Bagi kelas kami untuk semester ini mendapatkan mata kuliah softskill ( khususnya Telematika ). Bagi saya khususnya mata kuliah ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan khususnya di bidang telekomunikasi media dan informatika. Dari tugas – tugas yang dikerjakan saya jadi lebih mengetahui informasi – informasi mengenai telematika seperti latar belakang telematika itu sendiri, perkembangan telematika yang ada di dunia khususnya di Indonesia, aturan – aturan dalam penggunaan telematika telematika dan sebagainya yang berhubungan dengan telematika.
Menurut saya mata kuliah ini dapat dilanjutkan untuk kedapannya namun untuk mata kuliah softskill ini sebaiknya materinya berbeda untuk setiap semesternya. Selain untuk menghindari kejenuhan, mengingat mata kuliah ini untuk menambah pengetahuan mahasiswa yang sifatnya universal. Sehingga dengan materi yang bervariasi akan semakin menambah pengetahuan mahasiswa.
Sebenarnya seorang mahasiswa tidak hanya membutuhkan ilmu yanh sifatnya akademik namun mahasiswa juga perlu memdapatkan pembelajaran mengenai moral, etika, perilaku yang baik untuk kedepannya. Oleh karena itu diadakan mata kuliah softskill bagi mahasiswa.
Bagi kelas kami untuk semester ini mendapatkan mata kuliah softskill ( khususnya Telematika ). Bagi saya khususnya mata kuliah ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan khususnya di bidang telekomunikasi media dan informatika. Dari tugas – tugas yang dikerjakan saya jadi lebih mengetahui informasi – informasi mengenai telematika seperti latar belakang telematika itu sendiri, perkembangan telematika yang ada di dunia khususnya di Indonesia, aturan – aturan dalam penggunaan telematika telematika dan sebagainya yang berhubungan dengan telematika.
Menurut saya mata kuliah ini dapat dilanjutkan untuk kedapannya namun untuk mata kuliah softskill ini sebaiknya materinya berbeda untuk setiap semesternya. Selain untuk menghindari kejenuhan, mengingat mata kuliah ini untuk menambah pengetahuan mahasiswa yang sifatnya universal. Sehingga dengan materi yang bervariasi akan semakin menambah pengetahuan mahasiswa.
22.15
|
desti_blog
Permalink 0
Read more>>
Permalink 0
Read more>>
Langganan:
Postingan (Atom)

